RSS

Enterprise di DIY yang menggunakan ERP

11 Mar

PLN PT. Persero, office Yogyakarta

Nama Enterprise :

PLN PT. Persero, office Yogyakarta

Alamat enterprise :

Jln. Gedong Kuning 3, Yogyakarta

Jenis usaha :

  1. Di bidang Pembangkitan Listrik, meliputi :

–          Pembangkit listrik tenaga air

–          Pembangkit listrik tenaga diesel

–          Pembangkit listrik tenaga uap

–          Pembangkit listrik tenaga gas

–          Pembangkit listrik tenaga gas dan uap

–          Pembangkit listrik tenaga panas bumi

2. Di bidanng transmisi dan distribusi listrik

Penjelasan dalam penggunaan ERP hingga saat ini

Enterprise Resource Planning (ERP) merupakan  sistem yang mengintegrasikan seluruh elemen-elemen pada perusahaan termasuk unit-unit bisnis yang diakomodasikan oleh IT. Penerapan ERP yang dilakukan oleh PLN akan mengintegrasikan seluruh kantor PLN baik pusat maupun daerah secara on-line, dan seluruh kantor PLN tersebut akan terstandarisasi.

IT Master Plan PLN dibuat pada tahun 2004, bentuk riil PLN dari rencana tersebut adalah mengembangkan IT secara bertahap ditubuh PLN, seperti membangun sistem informasi secara on-line menghubungkan kantor pusat dan kantor cabang yang centralized serta membangun sistem jaringan yang handal untuk mendukung pembangunan Sistem tersebut.

menerapkan ERP adalah merubah pola pikir yang selama ini terbentuk dari seluruh karyawan untuk menerima sebuah perubahan. Tanpa adanya pola pikir yang baru ERP tidak akan memberikan manfaat bagi perusahaan.

Dengan penerapan ERP di lingkungan PLN, maka setiap pegawai diharuskan untuk beradaptasi dengan perubahan sistem yang terjadi. Pengimplementasian ERP jelas akan merubah pola kerja suatu perusahaan, dan para pegawailah yang langsung menerima dampak dari perubahan itu.

Pada tahun 2005 PTPLN (Persero) me-rollout aplikasi ERP yang diterapkan di tiga proses bisnis,yaitu:

 

–          Keuangan (Financia lManagement),

–          Sumber Daya Manusia (Human Resource)

–          Pergudangan (Material Management).

PT PLN (Persero) memilih SAP sebagai paket perangkat lunak ERP. Keputusan untuk menerapkan SAP bukanlah keputusan yang mudah karena penerapan SAP membutuhkan biaya yang tinggi. Kebutuhan biaya bukan hanya diperlukan untuk pembelian aplikasi SAP saja, tetapi juga untuk pembelian hardware, database, jaringan komunikasi data dan juga biaya konsultan yang membantu pekerjaan penerapan sistem. Setelah sistem SAP diterapkan, manajemen perlu mengetahui apakah penerapan sistem tersebut berhasil atau tidak. Pengukuran keberhasilan penerapan sistem informasi sangat diperlukan bagi manajemen untuk mengetahui apakah investasi yang telah dikeluarkan memberikan nilai tambah bagi perusahaan.

penerapan ERP di PLN sedikit-banyak telah merubah proses bisnis PLN secara keseluruhan terutama di bidang SDM disetiap unit pilot project PLN.

Perubahan tersebut adalah seperti berikut:

> Manajemen Organisasi:

  • struktur organisasi dan perinciannya dikelola pada suatu sistem.
  • perubahan organisasi harus disetujui dan dikoordinasikan oleh kantor pusat PLN
  • jabatan dalam organisasi akan dikelompokkan berdasarkan kesamaan tugas dari jabatan-jabatan di perusahaan.
  • Integrasi data keuangan Untuk mengintegrasikan data keuangan sehingga top management bisa melihat dan mengontrol kinerja keuangan perusahaan dengan lebih baik.
  • Standarisasi Proses Operasi Menstandarkan proses operasi melalui implementasi best practice sehingga terjadi peningkatan produktivitas, penurunan inefisiensi dan peningkatan kualitas produk.
  • Standarisasi Data dan Informasi Menstandarkan data dan informasi melalui keseragaman pelaporan, terutama untuk perusahaan besar yang biasanya terdiri dari banyak business unit dengan jumlah dan jenis bisnis yg berbeda-beda.

> Administrasi pegawai

  • tanggal pada surat penggajian harus konsisten
  • pengelolaan informasi keluhan dan kedisiplinan pegawai dapat dilakukan di dalam sistem
  • perpindahan pegawai dapat dimonitor di dalam sistem

> Administrasi Waktu Kerja

  • Manajemen data berkaitan dengan waktu kerja pegawai termasuk waktu lembur dan lain sebagainya dilakukan tersentralisasi didalam sistem

>Penggajian

  • proses penggajian akan dipusatkan di kantor pusat tiap unit.
  • data tentang administrasi penggajian di kerjakan di kantor unit bersangkutan.
  • data tentang penggajian harus diintegrasikan dengan bagian keuangan.
  • agar memudahkan bagian pembukuan untuk mencatat penggajian.

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Maret 11, 2012 in SPSDP

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: