RSS

Analisi E-bisnis Perpustakaan UAD dengan Melibatkan Modul-Modul Paket ERP

  1. Pengertian ERP

perencanaan yang terintegrasi di suatu organisasi atau perusahaan, bersifat lintas fungsional, terdiri atas berbagai fitur dengan tujuan agar dapat merencanakan dan mengelola sumber daya organisasi dengan lebih efisien dan dapat merespon kebutuhan pelanggan dengan lebih baik.

ERP terdiri atas paket software komersial yang menjamin integrasi yang mulus atas semua aliran informasi di perusahaan, meliputi keuangan, akuntansi, sumber daya manusia, rantai pasok, dan informasi konsumen.

Sistem ERP adalah paket sistem informasi yang dapat dikonfigurasi, yang mengintegrasikan informasi dan proses yang berbasis informasi di dalam, dan melintas area fungsional dalam sebuah organisasi. Satu basis data, satu aplikasi, dan satu kesatuan antarmuka di seluruh enterprise.

2. Penerapan Modul ERP pada perpustakaan UAD dilihat dari sisi Fungsional Sistem

Dari sisi fungsional sistem, ERP dibagi atas modul OLAP dan OLTP (online transaction processing).

Pada kasus perpustakaan UAD akan dijelaskan sebagai berikut :

  1. Modul OLAP

Modul OLAP digunakan untuk menyajikan informasi analitik kepada para pemegang keputusan, yaitu untuk pemimpin perpustakaan  UAD sehingga keputusan yang diambil akan membawa kepada hal yang terbaik bagi perpustakann UAD.

2.  Modul OLTP

Modul OLTP adalah lapis (layer) yang berfungsi menangani proses pemasukan (input), ubah (update) dan hapus (delete) dari setiap data ke dalam rekam (record) tabel yang saling terkait dalam suatu basis data.

Misalkan saat memasukkan data peminjaman maka sistem OLTP akan melakukan verifikasi ke tabel petugas untuk memastikan otoritasnya, penelusuran apakah peminjam tersebut adalah anggota  yang sudah terdaftar hingga akhirnya data tersebut direkam dalam tabel peminjaman.

3. Penggunaan modul-modul standar dalam ERP perpustakaan UAD

Menurut teori yang ada, modul-modul standar terdiri dari Customer Relationship Managemen (Penjualan), Financial Resource Management (berhubungan dengan keuangan), Supply Chain Management (berhubungan dengan produksi), Human Resource Management (berhungan dengan SDM), Manufacturing Resource Planning (MRP II) . Untuk lebih jelasnya akan dijelaskan sebagai berikut :

a.      Customer Relationship Management

Adalah sebuah sistem informasi yang terintegrasi yang digunakan untuk merencanakan, menjadwalkan, dan mengendalikan aktivitas-aktivitas peminjaman buku dan pengembalian buku  dalam sebuah perpustakaan UAD. CRM  melingkupi semua aspek yang berhubungan dengan calon anggota dan anggota saat ini, termasuk di dalamnya adalah pendaftaran anggota, pembayaran denda jika terjadi keterlambatan pengembalian buku.

b. Financial Resource Management

Adalah modul modul yang berfungsi untuk mengumpulkan dan mengelola seluruh data finansial sehingga mampu menyajikan laporan dari hasil relasi data dari beberapa transaksi yang telah dilakukan. Beberapa isi dari modul ini adalah seperti traksaksi peminjaman dan pengembalian buku, transaksi pembayaran denda, transaksi pendaftaran, transaksi  pendataan buku.

c. Supply Chain Management

Modul logistik secara fungsional digunakan untuk memproses pengadaan buku, peminjaman dan pengembalian buku yang dilakukan di perpustakaan UAD. Tujuan dari SCM adalah untuk melakukan efektifitas dan efisiensi mulai dari suppliers buku di perpustakaan UAD, petugas Perpustakaan UAD.

Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 6, 2012 in SPSDP

 

Customer Relationship Management Untuk Perguruan Tinggi Universitas Ahmad Dahlan

1. Pengertian CRM

CRM ialah integrasi dari strategi penjualan, pemasaran, dan pelayanan yang terkoordinasi (Kalakota dan Robinson 2001). CRM menyimpan informasi pelanggan dan merekam seluruh kontak yang terjadi antara pelanggan dan perusahaan, serta membuat profil pelanggan untuk staf perusahaan yang memerlukan informasi tentang pelanggan tersebut (Laudon dan Traver 2002). CRM mendukung suatu perusahaan untuk menyediakan pelayanan kepada pelanggan secara real time dengan menjalin hubungan dengan tiap pelanggan yang berharga melalui penggunaan informasi tentang pelanggan. Berdasarkan apa yang diketahui dari pelanggan, perusahaan dapat membuat variasi penawaran, pelayanan, program, pesan, dan media (Kotler 2003). Melalui sistem yang menerapkan CRM, perusahaan membentuk hubungan yang lebih dekat dengan pelanggan, dimana perusahaan dapat mengetahui kebutuhan pelanggan dan menyediakan pilihan produk atau layanan yang sesuai dengan permintaan mereka

2. Analisis penggunaan CRM pada Universitas Ahmad Dahlan

Customer Relationship Management di Universitas Ahmad Dahlan adalah hubungan antara mahasiswa sebagai pelanggan dengan Universitas yang dapat berupa Layanan Administrasi, maupun Layanan kemahasiswaan. Dengan UAD menerapkan CRM, maka dapat  Meningkatkan sarana dan prasarana yang menunjang kebutuhan pembelajaran mahasiswa, memberikan pelayanan informasi yang baik kepada mahasiswa tentang info perkembangan prodi, system biirokrasi menjadi terstruktur,meningkatkan efektifitas kerja dosen dan staff karyawan yang ada.

Tiga tahapan  untuk membangun CRM di UAD :

  1. Mendapatkan mahasiswa baru. Mahasiswa baru didapatkan dengan memberikan kemudahan pengaksesan informasi, inovasi baru, dan pelayanan yang menarik.
  2.  Meningkatkan hubungan dengan mahsiswa yang telah ada . Universitas berusaha menjalin hubungan dengan mahasiswa melalui pemberian pelayanan yang baik terhadap mahasiswanya.
  3. Mempertahankan mahasiswa. Tahap ini merupakan usaha mendapatkan loyalitas mahasiswa dengan mendengarkan suara mahasiswa dan berusaha memenuhi keinginan mahasiswa
3. Aplikasi yang menerapkan CRM diklasifikasikan menjadi dua  yaitu:

a. CRM Operasional

CRM Operasional dikenal sebagai “front office” perusahaan. Dalam kasus ini, perusahaan yang dimaksud adalah Universitas Ahmad Dahlan.  Aplikasi CRM ini berperan dalam interaksi dengan para mahasiswa. CRM Operasional mencakup proses otomatisasi yang terintegrasi dari keseluruhan proses bisnis, seperti otomatisasi pendaftaran kuliah, pembayaran kuliah, KRS online, dan pelaksanaan praktikum

Salah satu penerapan CRM yang termasuk dalam kategori operasional CRM adalah dalam bentuk aplikasi web yang kemudian diimplementasikan dengan adanya web profil. Melalui web profil inilah  suatu Universitas dapat memberikan pelayanan kepada para mahasiswanya. Beberapa contoh pelayanan yang diberikan melalui web, diantaranya :

  1. Menyediakan pencarian Informasi. Mahasiwa sering kali mengalami kesulitan dalam mencari info terbaru yang mereka inginkan, karena itu diperlukan fasilitas search.
  2. Menyediakan pelayanan atau informasi tentang perkuliahan.
  3. Menyediakan pendaftaran online.
  4.  Menyediakan fasilitas informasi status Universitas

b. CRM Analitik

CRM Analitik dikenal sebagai “back office” perusahaan. Aplikasi CRM ini berperan dalam memahami kebutuhan para mahasiswa. CRM Analitik berperan dalam melaksanakan analisis keadaan mahasiswa, Data yang digunakan pada CRM Analitik adalah data yang berasal dari CRM Operasional.

Implementasi CRM Universitas Ahmad Dahlan tersebut harus dapat memberikan nilai tambah terhadap kondisi sekarang dan harus menghasilkan performansi yang lebih bagus.

Nilai Tambah untuk Universitas dapat berupa :

a. jumlah mahasiswa di unniversitas bertambah

b. Meningkatkan kepuasan mahasiswa

c. Mengoptimalkan potensi revenue sebagai contoh yang berasal dari perbaikan proses akibat komplain para mahasiswa
d. Diferensiasi layanan dengan pengalaman pelanggan tentang layanan

Universitas yang baik.
e. Pemahaman mahasiswa terhadap Universitas secara komprehensif

Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 6, 2012 in SPSDP

 

Analisis untuk Enterprise Perguruan Tinggi Universitas Ahmad Dahlan

Universitas Ahmad Dahlan adalah sebuah enterprise yang sudah banyak menjalankan beberapa proses bisnis, seperti contohnya proses bisnis pendaftaran mahasiswa baru, proses pembayaran kuliah, proses bisnis KRS online, proses bisnis pengambilan praktikum,dll. Untuk menjalankan semua proses bisnis tersebut UAD membutuhkan data dan informasi yang pastinya harus ter-update secara realtime sehingga dapat mendukung proses pengambilan keputusan oleh rektor.  Data yang terdapat dalam UAD sudah tersimpan baik didalam sebuah database sehingga UAD sudah termasuk enterprise yang bisa menjalankan proses bisnisnya dengan baik.

1.      Executive information system

Suatu system meliputi computer  yang menyediakan informasi bagi eksekutif mengenai kinerja keseluruhan enterprise UAD. Dimana eksekutif dipegang oleh rektor yang ia bertugas untuk memantau tugas dari bawahanny seperti dekan dan kaprodi. Rektor memungkinkan untuk memilih, mengakses dan menyatukan semua kebutuhan dengan piranti analisis desktop yang mudah digunakan dan tampilan data secara online. Pada dasarnya EIS itu terbagi menjadi 3 lapisan utama yaitu sebagai berikut :

  • Manajemen Support

Pada Kasus ini UAD sudah mampu menerapkan EIS karena semua pekerjaan dilakukan secara terkonsep dengan adanya sebuah analisis strategis, taktis dan operasional. Sehingga memudahkan rektor dalam menentukan sebuah keputusan dalam menghadapi sebuah permasalahan.

  • Support Of  Knowledge

Pada Kasus ini UAD juga telah mampu menerapkan Support of Knowledge dalam proses bisnisnya, hal ini dapat dibuktikan dengan digunakannya Office Information System / Sistem Informasi Perkantoran seperti word processor dan Excel sebagai tools untuk melakukan pengolahan data dan pembuatan laporan pada Instansi tersebut.

  • Operational Support

Pada Operational Support UAD mampu memaksimalkan penggunaan EIS sebagai alat bantu dalam menjalankan proses opersional yang terjadi, hal ini  terlihat dari proses penyimpanan  data  yang tersimpan dalam suatu database yang terorganisir dengan rapi. Hal ini  mempermudah manajemen operasional yang ada dalam melakukan pengolahan atau pemrosesan data  karena proses  transaksi akan mungkin terjadi setiap waktu dan akan mungkin pula terjadi perubahan data yang sangat cepat dalam sebuah organisasi apalagi bila dibutuhkan data yang bersifatnya realtime.

Dengan menerapkan EIS, maka akan mempunyai beberapa keuntungan. Antara lain :

  1. Meningkatkan kinerja Universitas Ahmad Dahlan
  2. Memperluas ruang kendali Universitas Ahmad Dahlan
  3. Akses data yang cepat berfungsi untuk memonitor secara real time.
  4. Mampu membuat keputusan yang tepat berdasarkan data dan waktunya.
  5. Pengembangan keputusan dapat bersifat  desentralisasi.

2.      Bussines intelligent

Business Intelligence  di UAD memiliki sambungan langsung ke Data warehouse dimana data tersebut disimpan  sehingga accessibility dan timeliness menjadikan hal yang bisa dilakukan. User seperti rector, dekan, kaprodi selalu mendapatkan akses terhadap informasi yang dibutuhkan (accessibility) secara cepat (timeliness). Business Intelligence memberikan kebebasan kepada users untuk mendefinisikan format laporan sesukanya, sedangkan Data Integrity dipenuhi oleh Data Warehouse di mana BI ini dijalankan. Adanya bussines intelligent dapat memanjakan users dengan struktur data yang memudahkan pembuatan report secara self-service dalam bentuk dimensi dan measures. Dengan mengkombinasikan measures dan dimensi yang tepat, users mendapatkan report yang diinginkan. Seperti contohnya report jumlah mahasiswa ataupun jumlah pegawai yag berada di UAD.

Berbagai kelebihan dalam penerapan BI di UAD, yaitu untuk mengumpulkan, menyimpan, menganalisis dan menyediakan akses ke data guna membantu pengguna mengambil keputusan secara akurat dengan melakukan berbagai aktivitas diantaranya, sistem pendukung keputusan, query, reporting, online analytical processing (OLAP), analisa statistik, forecasting, dan data mining untuk analisa data.

Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 6, 2012 in SPSDP

 

Integrasi Sistem pada PLN PT. Persero dan Manfaat Integrasi tersebut bagi PLN PT. Persero di Yogyakarta

  1.  Pendahuluan

Teknologi Enterprise Resources Planning (ERP) merupakan sebuah sistem yang mengintegrasikan seluruh proses bisnis/departemen-departemen serta unit-unit bisnis dalam suatu perusahaan dengan menggunakan single data entry (Hamilton, 2002). Berdasarkan tujuannya, implementasi teknologi ERP di dalam sebuah perusahaan antara lain melakukan integrasi antara perencanaan penjualan dan perencanaan produksi, mengoptimalkan jumlah persediaan guna meningkatkan cash flow perusahaan, dan meningkatkan nilai kepuasan terhadap pelanggan dengan melalui sistem pengiriman, distribusi gudang dan fungsi administrasi lainnya. Dan tidak kalah pentingnya dari tujuan di atas adalah meningkatkan efisiensi perusahaan dengan ketelitian yang baik.

Untuk mensejajarkan diri dengan perusahaan-perusahaan penyedia listrik tingkat dunia, PT PLN (persero) dituntut untuk mengimplementasikan Enterprise Resource Planning (ERP), sistem yang mengintegrasikan seluruh elemen-elemen pada perusahaan termasuk unit-unit bisnis yang diakomodasikan oleh IT. Penerapan ERP ini diharapkan akan meningkatkan kompetensi perusahaan dan secara otomatis akan meningkatkan pelayanan. Penerapan ERP ini akan mengintegrasikan seluruh kantor PLN baik pusat maupun daerah secara on-line, dan seluruh kantor PLN tersebut akan terstandarisasi. Dengan penerapan ERP di lingkungan perusahaan, maka setiap pegawai diharuskan untuk beradaptasi dengan perubahan sistem yang terjadi.

Pengimplementasian ERP jelas akan merubah pola kerja suatu perusahaan, dan para pegawailah yang langsung menerima dampak dari perubahan itu.

Saat ini penerapan ERP pada perusahaan besar sudah menjadi kategori wajib, dapat diambil contoh perusahaan tenaga listrik seperti di malaysia dan china, berturut-turut diwakilkan oleh Tenaga Bhd. dan Shanghai Power telah lama menerapkan ERP. Untuk Indonesia, perusahaan BUMN yang menerapkan ERP mungkin dapat dihitung dengan jari.

2. Pembahasan

Pengintegrasian sistem informasi merupakan salah satu konsep kunci dari sistem Informasi Manajemen. Berbagi sistem dapat saling berhubungan satu dengan yang lain dengan berbagai cara yang sesuai dengan keperluannya. Aliran informasi diantara sistem sangat bermanfaat bila data dalam file suatu sistem diperlukan juga oleh sistem yang lainnya, atau output suatu sistem menjadi input bagi sistem lainnya. Secara manual juga dapat dicapai suatu integrasi tertentu, misalnya data dari satu bagian dibawa kebagian lain, dan oleh petugas administrasi data tersebut digabung dengan data dari sistem yang lain. Jadi kalau secara manual maka derajat integrasinya menjadi tinggi.

Keuntungan utama dari integrasi sistem informasi adalah membaiknya arus informasi dalam sebuah organisasi. Suatu pelaporan biasanya memang memerlukan waktu, namun demikian akan semakin banyak informasi yang relevan dalam kegiatan manajerial yang dapat diperoleh bila diperlukan. Keuntungan ini merupakan alasan yang kuat untuk mengutamakan (mengunggulkan) sistem informsi terintegrasi karena tujuan utama dari sistem informasi adalah memberikan informasi yang benar pada saat yang tepat.

Keuntungan lain dari pengintegrasian sistem adalah sifatnya yang mendorong manajer untuk membagikan (mengkomunikasikan) informasi yang dihasilkan oleh departemen (bagian) nya agar secara rutin mengalir ke system lain yang memerlukannya. Informasi ini kemudian digunakan lebih luas untuk membantu organisasi. Ide penerapan ERP di PT PLN (persero)  office Yogyakarta telah direncanakan dengan sangat matang seperti dikemukakan oleh Direktur Strategi Teknologi Informasi PT. PLN (persero).

Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Maret 11, 2012 in SPSDP

 

Enterprise di DIY yang menggunakan ERP

PLN PT. Persero, office Yogyakarta

Nama Enterprise :

PLN PT. Persero, office Yogyakarta

Alamat enterprise :

Jln. Gedong Kuning 3, Yogyakarta

Jenis usaha :

  1. Di bidang Pembangkitan Listrik, meliputi :

–          Pembangkit listrik tenaga air

–          Pembangkit listrik tenaga diesel

–          Pembangkit listrik tenaga uap

–          Pembangkit listrik tenaga gas

–          Pembangkit listrik tenaga gas dan uap

–          Pembangkit listrik tenaga panas bumi

2. Di bidanng transmisi dan distribusi listrik

Penjelasan dalam penggunaan ERP hingga saat ini

Enterprise Resource Planning (ERP) merupakan  sistem yang mengintegrasikan seluruh elemen-elemen pada perusahaan termasuk unit-unit bisnis yang diakomodasikan oleh IT. Penerapan ERP yang dilakukan oleh PLN akan mengintegrasikan seluruh kantor PLN baik pusat maupun daerah secara on-line, dan seluruh kantor PLN tersebut akan terstandarisasi.

IT Master Plan PLN dibuat pada tahun 2004, bentuk riil PLN dari rencana tersebut adalah mengembangkan IT secara bertahap ditubuh PLN, seperti membangun sistem informasi secara on-line menghubungkan kantor pusat dan kantor cabang yang centralized serta membangun sistem jaringan yang handal untuk mendukung pembangunan Sistem tersebut.

menerapkan ERP adalah merubah pola pikir yang selama ini terbentuk dari seluruh karyawan untuk menerima sebuah perubahan. Tanpa adanya pola pikir yang baru ERP tidak akan memberikan manfaat bagi perusahaan.

Dengan penerapan ERP di lingkungan PLN, maka setiap pegawai diharuskan untuk beradaptasi dengan perubahan sistem yang terjadi. Pengimplementasian ERP jelas akan merubah pola kerja suatu perusahaan, dan para pegawailah yang langsung menerima dampak dari perubahan itu.

Pada tahun 2005 PTPLN (Persero) me-rollout aplikasi ERP yang diterapkan di tiga proses bisnis,yaitu:

 

–          Keuangan (Financia lManagement),

–          Sumber Daya Manusia (Human Resource)

–          Pergudangan (Material Management).

PT PLN (Persero) memilih SAP sebagai paket perangkat lunak ERP. Keputusan untuk menerapkan SAP bukanlah keputusan yang mudah karena penerapan SAP membutuhkan biaya yang tinggi. Kebutuhan biaya bukan hanya diperlukan untuk pembelian aplikasi SAP saja, tetapi juga untuk pembelian hardware, database, jaringan komunikasi data dan juga biaya konsultan yang membantu pekerjaan penerapan sistem. Setelah sistem SAP diterapkan, manajemen perlu mengetahui apakah penerapan sistem tersebut berhasil atau tidak. Pengukuran keberhasilan penerapan sistem informasi sangat diperlukan bagi manajemen untuk mengetahui apakah investasi yang telah dikeluarkan memberikan nilai tambah bagi perusahaan.

penerapan ERP di PLN sedikit-banyak telah merubah proses bisnis PLN secara keseluruhan terutama di bidang SDM disetiap unit pilot project PLN.

Perubahan tersebut adalah seperti berikut:

> Manajemen Organisasi:

  • struktur organisasi dan perinciannya dikelola pada suatu sistem.
  • perubahan organisasi harus disetujui dan dikoordinasikan oleh kantor pusat PLN
  • jabatan dalam organisasi akan dikelompokkan berdasarkan kesamaan tugas dari jabatan-jabatan di perusahaan.
  • Integrasi data keuangan Untuk mengintegrasikan data keuangan sehingga top management bisa melihat dan mengontrol kinerja keuangan perusahaan dengan lebih baik.
  • Standarisasi Proses Operasi Menstandarkan proses operasi melalui implementasi best practice sehingga terjadi peningkatan produktivitas, penurunan inefisiensi dan peningkatan kualitas produk.
  • Standarisasi Data dan Informasi Menstandarkan data dan informasi melalui keseragaman pelaporan, terutama untuk perusahaan besar yang biasanya terdiri dari banyak business unit dengan jumlah dan jenis bisnis yg berbeda-beda.

> Administrasi pegawai

  • tanggal pada surat penggajian harus konsisten
  • pengelolaan informasi keluhan dan kedisiplinan pegawai dapat dilakukan di dalam sistem
  • perpindahan pegawai dapat dimonitor di dalam sistem

> Administrasi Waktu Kerja

  • Manajemen data berkaitan dengan waktu kerja pegawai termasuk waktu lembur dan lain sebagainya dilakukan tersentralisasi didalam sistem

>Penggajian

  • proses penggajian akan dipusatkan di kantor pusat tiap unit.
  • data tentang administrasi penggajian di kerjakan di kantor unit bersangkutan.
  • data tentang penggajian harus diintegrasikan dengan bagian keuangan.
  • agar memudahkan bagian pembukuan untuk mencatat penggajian.

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Maret 11, 2012 in SPSDP

 

Jawaban Tugas Komdat

  1. Apa , fungsi, contoh dari OSI dan TCP/IP?

Jawab  :

Model  OSI (Open Systems Interconnection) adalah suatu model arsitektur berlapis (layered framework) untuk desain sistem jaringan yg memungkinkan komunikasi antara semua tipe sistem komputer . Model OSI bukan protokol, tetapi suatu model utk memahami arsitektur perancangan jaringan .

Tujuan utama penggunaan model OSI adalah untuk membantu desainer jaringan memahami fungsi dari tiap-tiap layer yang berhubungan dengan aliran komunikasi data. Termasuk jenis-jenis protoklol jaringan dan metode transmisi. Model dibagi menjadi 7 layer, dengan karakteristik dan fungsinya masing-masing. Tiap layer harus dapat berkomunikasi dengan layer di atasnya maupun dibawahnya secara langsung melalui serentetan protokol dan standard.

Model ini juga dikenal dengan model tujuh lapis OSI (OSI seven layer model). Berikut dibawah ini merupakan gambar dari model OSI 7 Layer

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Definisi masing-masing Layer pada model OSI

7. Application adalah Layer paling tinggi dari model OSI,  seluruh layer dibawahnya bekerja untuk layer ini, tugas dari application layer adalah Berfungsi sebagai antarmuka dengan aplikasi dengan fungsionalitas jaringan, mengatur bagaimana aplikasi dapat mengakses jaringan, dan kemudian membuat pesan-pesan kesalahan. Protokol yang berada dalam lapisan ini adalah HTTP, FTP, SMTP, NFS.

6. Presentation berfungsi untuk mentranslasikan data yang hendak ditransmisikan oleh aplikasi ke dalam format yang dapat ditransmisikan melalui jaringan. Protokol yang berada dalam level ini adalah perangkat lunak redirektor (redirector software), seperti layanan Workstation (dalam windows NT) dan juga Network shell (semacam Virtual network komputing (VNC) atau Remote Dekstop Protokol (RDP).

5. Session Berfungsi untuk mendefinisikan bagaimana koneksi dapat dibuat, dipelihara, atau dihancurkan.

4. Transport Berfungsi untuk memecah data ke dalam paket-paket data serta memberikan nomor urut ke paket-paket tersebut sehingga dapat disusun kembali pada sisi tujuan setelah diterima. Selain itu, pada level ini juga membuat sebuah tanda bahwa paket diterima dengan sukses (acknowledgement), dan mentransmisikan ulang terhadap paket-paket yang hilang di tengah jalan.

3. Network Berfungsi untuk mendefinisikan alamat-alamat IP, membuat header untuk paket-paket, dan kemudian melakukan routing melalui internetworking dengan menggunakan router dan switch layer3.

2. Data Link Befungsi untuk menentukan bagaimana bit-bit data dikelompokkan menjadi format yang disebut sebagai frame.

1. Physical adalah Layer paling bawah dalam model OSI. Berfungsi untuk mendefinisikan media transmisi jaringan, metode pensinyalan, sinkronisasi bit, arsitektur jaringan (seperti halnya Ethernet atau Token Ring), topologi jaringan dan pengabelan. Selain itu, level ini juga mendefinisikan bagaimana Network Interface Card (NIC) dapat berinteraksi dengan media kabel atau radio.

TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol)

TCP/IP adalah standar komunikasi data yang digunakan oleh komunitas internet dalam proses tukar-menukar data dari satu komputer ke komputer lain di dalam jaringan Internet. Protokol ini tidaklah dapat berdiri sendiri, karena memang protokol ini berupa kumpulan protokol (protocol suite). Protokol ini juga merupakan protokol yang paling banyak digunakan saat ini. Data tersebut diimplementasikan dalam bentuk perangkat lunak (software) di sistem operasi. Istilah yang diberikan kepada perangkat lunak ini adalah TCP/IP stack.

Macam-Macam Layer pada TCP/IP :

 

 

 

 

 

 

Definisi Masing-masing Layer pada model TCP/IP

4. Application merupakan Layer paling atas pada model TCP/IP, yang bertanggung jawab untuk menyediakan akses kepada aplikasi terhadap layanan jaringan TCP/IP. Protokol ini mencakup protokol Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP), Domain Name System (DNS), Hypertext Transfer Protocol (HTTP), File Transfer Protocol (FTP), Telnet, Simple Mail Transfer Protocol (SMTP), Simple Network Management Protocol (SNMP), dan masih banyak protokol lainnya. Dalam beberapa implementasi Stack Protocol, seperti halnya Microsoft TCP/IP, protokol-protokol lapisan aplikasi berinteraksi dengan menggunakan antarmuka Windows Sockets (Winsock) atau NetBios over TCP/IP (NetBT).

3. Transport berguna untuk membuat komunikasi menggunakan sesi koneksi yang bersifat connection-oriented atau broadcast yang bersifat connectionless. Protokol dalam lapisan ini adalah Transmission Control Protocol (TCP) dan User Diagram Protocol (UDP).

2. Internet berfungsi untuk melakukan pemetaan (routing) dan enkapsulasi paket-paket data jaringan menjadi paket-paket IP. Protokol yang bekerja dalam lapisan ini adalah Internet Protocol (IP), Address Resolution Protocol (ARP),Internet control Message Protocol (ICMP), dan Internet Group Management Protocol (IGMP).

1. Network Interface berfungsi untuk meletakkan frame – frame jaringan di atas media jaringan yang digunakan. TCP/IP dapat bekerja dengan banyak teknologi transport, mulai dari teknologi transport dalam LAN (seperti halnya Ethernet dan Token Ring), Man dan Wan (seperti halnya dial-up model yang berjalan di atas Public Switched Telephone Network (PSTN), Integrated Services Digital Network (ISDN), serta Asynchronous Transfer Mode (ATM).

2. Apa , ciri, perbedaan dari TCP dan UDP

Jawab  :

  • TCP merupakan protokol yang connection-oriented yang artinya menjaga reliabilitas hubungan komunikadasi end-to-end. Konsep dasar cara kerja TCP adalah mengirim dan menerima segmen– segmen informasi dengan panjang data bervariasi pada suatu datagram internet. TCP menjamin realibilitas hubungan komunikasi karena melakukan perbaikan terhadap data yang rusak, hilang atau kesalahan kirim. Hal ini dilakukan dengan memberikan nomor urut pada setiap paket yang dikirimkan dan membutuhkan sinyal jawaban positif dari penerima berupa sinyal ACK(acknoledgment). Jika sinyal ACK ini tidak diterima pada interval pada waktu tertentu, maka data akan dikirikmkan kembali. Pada sisi penerima, nomor urut tadi berguna untuk mencegah kesalahan urutan data dan duplikasi data. TCP juga memiliki mekanisme flow control dengan cara mencantumkan informasi dalam sinyal ACK mengenai batas jumlah paket data yang masih boleh ditransmisikan pada setiap segmen yang diterima dengan sukses. Dalam hubungan VoIP, TCP digunakan pada saat signaling, TCP digunakan untuk menjamin setup suatu call pada sesi signaling. TCP tidak digunakan dalam pengiriman data suara pada VoIP karena pada suatu komunikasi data VoIP penanganan data yang mengalami keterlambatan lebih penting daripada penanganan paket yang hilang.
  • UDP yang merupakan salah satu protocol utama diatas IP merupakan transport protocol yang lebih sederhana dibandingkan dengan TCP. UDP digunakan untuk situasi yang tidak mementingkan mekanisme reliabilitas. Header UDP hanya berisi empat field yaitu source port, destination port, length dan UDP checksum dimana fungsinya hampir sama dengan TCP, namun fasilitas checksumpada UDP bersifat opsional.UDP pada VoIP digunakan untuk mengirimkan audio stream yang dikrimkan secara terus menerus.UDP digunakan pada VoIP karena pada pengiriman audio streaming yang berlangsung terusmenerus lebih mementingkan kecepatan pengiriman data agar tiba di tujuan tanpa memperhatikan adanya paket yang hilang walaupun mencapai 50% dari jumlah paket yang dikirimkan. (VoIP fundamental, Davidson Peters, Cisco System,163) Karena UDP mampu mengirimkan data streaming dengan cepat, maka dalam teknologi VoIP UDP merupakan salah satu protokol penting yang digunakan sebagai header pada pengiriman data selain RTP dan IP. Untuk mengurangi jumlah paket yang hilang saat pengiriman data (karena tidak terdapat mekanisme pengiriman ulang) maka pada teknolgi VoIP pengiriman data banyak dilakukan pada private network.

 

 

 

 

 

 

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada April 10, 2011 in Uncategorized

 

Dakwah dan Prinsip-prinsip Komunikasi menurut Al-Quran

Kata dakwah secara etimologis merupakan masdar (kata benda) dari kata kerja da’a – yad’u yang berarti panggilan, seruan, atau ajakan. Sedangkan secara terminologis, dakwah adalah kegiatan yang bersifat menyeru, mengajak dan memanggil orang untuk beriman dan taat kepada Allah SWT sesuai dengan garis faedah, syari’at dan akhlak Islam.

Ada tiga cara berdakwah, yaitu :

1.      Dakwah bil hikmah, maksudnya dengan dalil (burhân) atau hujjah yang jelas (qath‘i ataupun zhanni) sehingga menampakkan kebenaran dan menghilangkan kesamaran. Cara ini tertuju kepada mereka yang ingin mengetahui hakikat kebenaran yang sesungguhnya, yakni mereka yang memiliki kemampuan berpikir yang tinggi atau sempurna; seperti para ulama, pemikir, dan cendekiawan.

Sebagian mufasir seperti as-Suyuthi, al-Fairuzzabadi, dan al-Baghawi mengartikan hikmah sebagai “al-Quran”. Ibnu Katsir menafsirkan hikmah sebagai apa saja yang diturunkan oleh Allah, berupa al-Kitab dan as-Sunnah.

Penafsiran tersebut tampaknya masih bersifat global. Mufasir lainnya lalu menafsirkan hikmah secara lebih rinci, yakni sebagai hujjah atau dalil. An-Nawawi al-Jawi menafsirkan hikmah sebagai hujjah yang qath‘i yang menghasilkan aqidah yang meyakinkan. An-Nisaburi menafsirkan hikmah sebagai hujjah yang qath‘i yang dapat menghasilkan keyakinan. Al-Baidhawi dan Al-Khazin mengartikan hikmah dengan ucapan yang tepat (al-maqâlah al-muhkamah), yaitu dalil yang menjelaskan kebenaran dan menyingkirkan kesamaran (ad-dalil al-muwadhdhih li al-haq wa al muzîl li asy-syubhah). Al-Asyqar menafsirkan hikmah dengan ucapan yang tepat dan benar (al-maqâlah al-muhakkamah ash-shahîhah).

Kesimpulannya, jumhur mufasir menafsirkan kata hikmah dengan hujjah atau dalil. Dari ungkapan para mufasir di atas juga dapat dimengerti, bahwa hujjah yang dimaksud adalah hujjah yang bersifat rasional (‘aqliyyah/fikriyyah), yakni hujjah yang tertuju pada akal. Sebab, para mufasir seperti al-Baidhawi, al-Alusi, an-Nisaburi, al-Khazin, dan an-Nawawi al-Jawi mengaitkan seruan dengan hikmah ini kepada sasarannya yang spesifik, yakni golongan yang mempunyai kemampuan berpikir sempurna (al-khawwâs).

 

2.      Dakwah  mau’izhah hasanah, yaitu peringatan yang baik yang dapat menyentuh akal dan hati (perasaan). Misalnya, dengan menyampaikan aspek targhîb (memberi dorongan/pujianjani) dan tarhîb (memberi peringatan/celaan/ancaman) ketika menyampaikan hujjah. Cara ini tertuju kepada masyarakat secara umum. Mereka adalah orang-orang yang taraf berpikirnya di bawah golongan yang diseru dengan hikmah, namun masih dapat berpikir dengan baik dan mempunyai fitrah dan kecenderungan yang lurus.

Sebagian mufasir menafsirkan mau’izhah hasanah (nasihat/ peringatan yang baik) secara global, yaitu nasihat atau peringatan al-Quran (mawâ‘izh al-Qur’ân). Demikian pendapat al-Fairuzabadi, as-Suyuthi, dan al-Baghawi. Namun, as-Suyuthi dan al-Baghawi sedikit menambahkan, dapat juga bermakna perkataan yang lembut (al-qaul ar-raqîq).
sifat mau‘izhah hasanah sebagai suatu nasihat yang tertuju pada hati (al-qalb), yang lebih bernuansa spiritual, tanpa meninggalkan karakter nasihat itu yang tertuju pada akal (al-‘aql), yang bernuansa rasional. Sayyid Quthub menafsirkan mau‘izhah hasanah sebagai nasihat yang masuk ke dalam hati dengan lembut (tadkhulu il­â al-qulûb bi rifq). An-Nisaburi menafsirkan mau‘izhah hasanah sebagai dalil-dalil yang memuaskan (ad-dalâ’il al-iqna’iyyah), yang tersusun untuk mewujudkan pembenaran (tashdîq) berdasarkan premis-premis yang yang telah diterima. Al-Baidhawi dan Al-Alusi menafsirkan mau’izhah hasanah sebagai seruan-seruan yang memuaskan/meyakinkan (al-khithâbât al-muqni‘ah) dan ungkapan-ungkapan yang bermanfaat (al-‘ibâr al-nâfi‘ah). An-Nawawi al-Jawi menafsirkannya sebagai tanda-tanda yang bersifat zhanni (al-amârât azh-zhanniyah) dan dalil-dalil yang memuaskan. Al-Khazin menafsirkan mau’izhah hasanah dengan targhîb (memberi dorongan untuk menjalankan ketaatan) dan tarhîb (memberikan ancaman/peringatan agar meninggalkan kemaksiatan).

karakter nasihat yang tergolong mau’izhah hasanah ada dua:

a.      Menggunakan ungkapan yang tertuju pada akal. Ini terbukti dengan ungkapan yang digunakan para mufasir, seperti an-Nisaburi, al-Baidhawi, dan al-Alusi, yakni kata dalâ’il (indikator-indikator), muqaddimah (premis), dan khithâb (seruan). Semua ini jelas berkaitan dengan fungsi akal untuk memahami.

b. Menggunakan ungkapan yang tertuju pada hati/perasaan.

 

3.      Dakwah dengan jadal (jidâl/mujâdalah) billati hiya ahsan, yaitu debat yang paling baik. Dari segi cara penyampaian, perdebatan itu disampaikan dengan cara yang lunak dan lembut, bukan cara yang keras dan kasar. Cara ini tertuju kepada orang yang cenderung suka berdebat dan membantah, yang sudah tidak dapat lagi diseru dengan jalan hikmah dan mau‘izhah hasanah.

Pada penafsiran yang lebih terperinci, akan didapati perbedaan pendapat di kalangan para mufasir. Akan tetapi, perbedaan itu sesungguhnya dapat dihimpun (jama’)” dan diletakkan dalam aspeknya masing-masing. Perbedaan itu dapat dikategorikan menjadi tiga aspek:

1. Dari segi cara (uslûb), sebagian mufasir menafsirkan jidâl billati hiya ahsan sebagai cara yang lembut (layyin) dan lunak (rifq), bukan dengan cara keras lagi kasar. Inilah penafsiran Ibn Katsir, al-Baghawi, al-Baidhawi, al-Khazin, dan M. Abdul Mun’in Al-Jamal.

2. Dari segi topik (fokus) debat, sebagian mufasir menjelaskan bahwa jidâl billati hiya ahsan sebagai debat yang dimaksudkan semata-mata untuk mengungkap kebenaran pemikiran, bukan untuk merendahkan atau menyerang peribadi lawan debat. Sayyid Quthub menerangkan bahwa jidâl billati hiya ahsan bukanlah dengan jalan menghinakan (tardzîl) atau mencela (taqbîh) lawan debat, tetapi berusaha meyakinkan lawan untuk sampai pada kebenaran (Fî Zhilâl al-Qur’âdan, XIII/292).

3. Dari segi hujjah, sebahagian mufasir menjelaskan bahawa hujjah dalam jidâl billati hiya ahsan mempunyai dua tujuan sekaligus, yaitu untuk menghancurkan hujjah lawan (yang batil) dan menegakkan hujjah kita (yang haq). Imam an-Nawawi al-Jawi (Marah Labid, I/517) menjelaskan bahwa tujuan debat adalah ifhâmuhum wa ilzâmuhum (untuk membuat diam lawan debat dan menetapkan kebenaran pada dirinya). Imam al-Alusi mencontohkan debatnya Nabi Ibrahim a.s. dengan Raja Namrudz (Rûh al-Ma‘âni, V/487).

Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 8, 2011 in Uncategorized